Tanohlinge news 27-11-2014 - Budaya yang tidak etis ini terjadi di negara-negara dimana
tuntutan kehidupan lebih diutamakan daripada tuntutan moral. Banyak di antara
gadis-gadis muda yang kurang beruntung yang menjadi mangsa seksual atas
tuntutan kehidupan mederen ini.
Nada yang sama dikatakan oleh Gyda Heding, ada sebuah
institusi di Kopenhagen yang menawarkan pekerjaan yang tidak bermoral ini, ”Group
Gadis muda” (Pigegruppen). Banyak diantara mereka masih berumur 16 sampai 20
tahun.
Dari segi budaya memang bukanlah mudah bagi kita yang datang
dari negeri yang beraga Islam dan punya budaya yang sama sekali tak bisa
nyambung dengan budaya orang Europa ini meras gelisah dan resah terhadap
perkembangan anak-anak disini.
”Untung saja masyarakat Aceh yang ada di Denmark telah
antisipasi terhadap hal hal yang tidak menyenangkan ini. Salah satu caranya
adalah dengan menanamkan nilai agama, budaya dan moral ke Acehan di usia dini.
(red)
Menurut berita yang ada didalam koran itu, mereka gadis
gadis itu melakukan perbuatan amoral itu disebabkan ingin memberikan imbalan
terhadap pemberian yang mereka terima. ”Noget for Noge” (sesuatu untuk sesuatu).
Maka tidak heran hal itu sangat susah untuk di deteksi, karena mereka
melakukannya secara suka sama suka.
Sejak tahun 2004 ada penelitian tentang bagaimana luas
fenomena yang dikenal sebagai prostitusi secara tak langsung itu, penelitian
itu di lakukan oleh Save the Children mendapati bahwa prostitusi secara tak
langsung itu sangat tidak jelas keberadaannya dan tidak bisa dikendalikan malam
perbuatan itu makin bertambah.
Banyak juga anak gadis yang menjual diri di media sosial,
biasanya anak gadis ini punya link tertentu untuk mendapatkan pasangan mereka. Orang
yang menggunakan jasa ini bukan saja dari kalangan lekaki muda, tapi
kebanyakannya adalah lelaki dewasa yang menikmati buah muda ini.
Semoga saja penomena ini tidak menular ke anak anak kita di
orang Aceh, walau sebenarnya, mengaku atau tidak di Aceh sudah ada fenomena ini.
Harapan kita semoga orang tua, petua agama dan pemerintah agar cepat mengantisipasi perbuatan amoral ini tidak
menjadi trend kepada gadis gadis muda di Aceh. (Redaksi Tanohlinge)


0 comments:
Post a Comment